WARGA POYOWA KECIL TAK PERCAYA POLISI LAGI

DANDIM 1303 Bolmong, Letkol Inf Mudjiharto memimpin langsung pasukannya membantu pengamanan situasi di Poyowa Kecil.
Kotamobagu, KOMENTAR - Rupanya, tak hanya tokoh masyarakat Kelurahan Mongondow saja yang mengecam pola kepimpinan AKBP Enggar Broto Seno SIK selaku Kapolres Bolmong, terutama menyusul bentrok antarwarga Mongondow versus Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, yang pecah pada Minggu (11/11) malam lalu. Ratusan warga Poyowa Kecil bahkan tidak percaya lagi dengan pihak kepolisian.
“Lebe bae TNI jo yang bajaga di sini. Dari kalo dari Polres Bolmong, tong mo aniaya pa dorang (aparat Polres Bolmong, red), karena dorang so talalu da bekeng-bekeng jaha warga sini,” ungkap sejumlah warga yang berteriak di depan aparat TNI yang berjaga di Desa Poyowa Kecil, Selasa (13/11) kemarin.
Reaksi miring bernada kekecewaan warga Poyowa Kecil itu, muncul pasca-bentrok antara mereka dengan warga Kelurahan Mongondow –dua daerah berbatasan ini, masuk dalam wilayah Kecamatan Kotamobagu Selatan. Warga Poyowa Kecil merasa, pihak kepolisian tidak memberikan pengamanan yang fair.
Mereka juga mendesak, agar pihak Polres Bolmong secepatnya mengusut pelaku penembakan terhadap Chandra Suoth (17), pelajar SMK Negeri 1 Kotamobagu yang tewas di saat meletusnya bentrok pada Minggu malam itu. Pasalnya, warga curiga, Chandra tewas akibat tersambar peluru yang dilepaskan oknum anggota Polres Bolmong.
Emosi warga rupanya masih ditahan-tahan manakala berlangsung prosesi pemakaman terhadap jenazah Chandra. Begitu ibadah pemakaman berakhir, sekitar pukul 16.00 WITA, ratusan warga yang sudah dikuasai dengan minuman keras beramairamai menuju barikade yang dibuat polisi di perbatasan antara Poyowa Kecil dengan Mongondow. Mereka berteriakteriak, untuk segera menangkap aparat kepolisian yang diduga pelaku penembakan terhadap Chandra.
Aksi mereka tak berhasil. Sehingga, para warga ini mencoba melampiaskan kemarahannya dengan hendak menyerang wilayah Mongondow.
Itu terlihat ketika ratusan warga berlarian ke arah perkebunan yang menghubungkan antara Poyowa Kecil dan Mongondow dengan niat membalas dendam.
Beruntung, aksi itu langsung diantisipasi oleh aparat kepolisian, sambil menembakkan gas air mata kearah warga, sehingga warga yang sudah emosi itu lari pontang-panting. Namun, di jalanan sebagian warga Poyowa Kecil pun ikut memperkeruh suasana, sehingga aparat kepolisian kocar-kacir, untuk mengamankan ratusan warga tersebut.
Sejumlah warga yang sempat ditemui berada di tengah perkebunan, mereka tidak akan pernah merasa puas, jika tidak ada korban jiwa dari pihak Kelurahan Mongondow. “Torang nda mo brenti, sampe ada dorang pe warga Mongondow, yang meninggal,” teriak sejumlah warga, yang saat itu sedang dipukul mundur oleh aparat kepolisian yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Bolmong, Kompol Rustanto SH SIK.(cop)

sumber : http://www.harian-komentar.com/berita-daerah/totabuan/3967-warga-poyowa-kecil-tak-percaya-polisi-lagi.html

0 komentar:

Posting Komentar